Mengejutkan, Wanita Di India Di Paksa Angkat Rahim Untuk Menghindari Menstruasi

Dua berita yang sangat mengkhawatirkan muncul di India baru-baru ini. Yakni mengenai kesehatan reproduksi wanita dan kurangnya perlindungan bagi wanita kelas pekerja terkait dengan menstruasi.

Ketika sampai di sana, warga miskin ini berada di bawah kekuasaan kontraktor serakah yang menggunakan setiap kesempatan untuk mengeksploitasi mereka.

Pertama-tama, mereka enggan memperkerjakan perempuan karena memotong tebu adalah pekerjaan berat. Juga karena perempuan dianggap merugikan karena kehilangan satu atau dua hari produktivitasnya selama menstruasi. Kejamnya, jika para pekerja ini tidak masuk sehari saja, mereka tetap harus membayar penalti.

Di salah satu distrik di India Barat itu, tercatat ada 4.605 praktik histerektomi. Kebanyakan dilakukan pada wanita di bawah 40 tahun. Namun, pada beberapa kasus, pengangkatan rahim ini juga terjadi pada perempuan berusia 20-an.

Bahkan, setengah populasi perempuan di desa Vanjarwadi, sudah melakukan histerektomi. Desa tersebut pun sering disebut sebagai “desa wanita tanpa rahim”.

sebenarnya, intervensi bedah yang tidak perlu ini cukup berbahaya. Diketahui telah menyebabkan komplikasi parah, nyeri otot dan sendi, rasa pusing yang konstan, hingga pembengkakan ekstrem, pada perempuan-perempuan India.

Selain pengangkatan rahim, banyak perempuan India yang bekerja di industri garmen di Tamil Nadu, sering diberi obat-obatan ketika mereka mengeluhkan tentang nyeri haid. Bukannya, diperbolehkan beristirahat ketika sakit menstruasi datang, para wanita pekerja ini justru dicekoki dengan obat tak berlabel.

Obat-obatan yang diberikan perusahaan tadi menyebabkan beberapa efek samping mual dan muntah. Itu juga memberikan efek jangka panjang seperti siklus menstruasi yang tidak menentu, depresi, hingga sulit hamil.