Hentikan Rasisme! Papua Bukan Monyet Mereka Saudara Kami

Massa mengecam sikap represif oknum aparat dan oknum ormas di Kota Surabaya yang mengeluarkan kata-kata bernada rasial, dengan kalimat ‘Monyet’. Sikap yang tidak terima masyarakat yang ada di tanah Papua mereka meminta pertanggungjawaban atas pernyataan yang disampaikan oleh oknum aparat dan ormas di Kota Surabaya tersebut.

Dari video yang dibagikan akun Facebook Meno Salminus Wangbe-Magai, mulanya massa melakukan konvoi ke gedung gubernur. Tampak sebagian dari demonstran membawa poster bertuliskan Keluarkan ‘Monyet’ dari NKRI.

Mereka berorasi dan menyuarakan kemerdekaan. Seorang aparat terlihat berusaha mengajak berbicara koordinator demonstran, sementara yang lainnya berjaga di ujung jalan.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas tindakan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya oleh aparat dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas). Massa ormas itu juga meneriakkan yel-yel rasialis saat mengepung asrama mahasiswa Papua tersebut.

Gubernur Lukas meminta kepada masyarakat Non Papua maupun aparat di seluruh wilayah Indonesia untuk tidak melakukan hal-hal atau tindakan-tindakan inkonstitusional, seperti persekusi, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, bertindak rasis, dan diskriminatif, intoleran dan lain-lain yang dapat melukai hati masyarakat Papua serta mengganggu harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara perwakilan Mahasiswa UNCEN Starckly menegaskan, Bangsa Papua tidak pernah memberikan perbedaan diatas negeri sendiri, tidak pernah ada rasis di negeri ini, tetapi mereka yang membuat rasis terhadap rakyat Papua di pulau Jawa sana.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak LBH Surabaya dari salah satu mahasiswa yang ada di Asrama itu, lanjut Sahura, pada saat kejadian tanggal 16 Agustus 2019, oknum anggota TNI sempat menggedor pintu gerbang Asrama sambil mengucapkan kata-kata “anjing, monyet, babi, binatang” yang ditujukan terhadap Mahasiswa Papua yang ada di dalam Asrama. Beberapa saat kemudian, datang puluhan anggota Ormas lalu melempari Asrama dengan batu. Massa juga menyanyikan yel-yel dengan ucapan usir Mahasiswa Papua.