Pemilik Tokopedia Sempat Pernah Jadi Penjaga Warnet

Situs jual-beli online Tokopedia sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, perusahaan startup yang berdiri selama kurang lebih delapan tahun itu sudah dipercaya banyak investor besar mulai dari East Ventures, CyberAgent Ventures, Beenos, Sequoia Capital dan SoftBank. Dikabarkan omzet Tokopedia juga sudah mencapai triliunan rupiah setiap bulan.

Di balik kesuksesan Tokopedia, nama William Tanuwijaya dikenal sebagai penggagasnya. Pria asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, ini bercerita secara singkat bagaimana Tokopedia ‘lahir’ pada 2009 dan bisa besar seperti sekarang.

Awalnya karena orangtua sempat sakit terus saya merantau ke Jakarta untuk kuliah. Saat kuliah (di Bina Nusantara Business School), saya mencoba magang bekerja sebagai operator warnet mulai dari jam 21.00 sampai 01.00. Ternyata saya baru tahu kalau internet bisa digunakan untuk apa saja termasuk buat usaha. Dari situ yang bertekad untuk bisa membangun perusahaan internet sendiri.

Bagaimana dengan modalnya?

Mencari modal sangat sulit bagi saya. Saya dulu juga pernah kerja kantoran dan merasa membangun bisnis itu sulit karena semua tentang kepercayaan. Apalagi rekam jejak masa lalu saya nggak punya modal yang baik, berasal dari keluarga sederhana, kuliah kerjanya jaga warnet, nggak pernah kerja di multinasional.

Biasanya saat mencari modal memulai bisnis yang ditanya itu masa lalunya. Saya sebagai anak daerah saya cukup beruntung punya kesempatan ke Jakarta makanya saya tidak menyerah. Selama dua tahun mencari modal, akhirnya bos saya sendiri yang memberi modal.

Apa mengalami kesulitan juga untuk mencari karyawan?

Menurut saya aset terbesar mendirikan Tokopedia adalah SDM (sumber daya manusia). Pertama-tama saya mencari orang dengan promosi di kampus berdiri dua hari nggak ada yang mau melamar dan ini selalu menjadi masalah di awal berbisnis. Belum lagi dulu kantornya masih di ruko lantai 4 yang tidak ada eskalator jadi sering orang datang nggak jadi interview karena melihat itu. Tapi saya nggak menyerah hingga sekarang setiap bulan Tokopedia punya 40 ribu pelamar.